Saturday, July 5, 2014

Reaksi Perletakan (materi Satika)

assalammualaikum wr.wb ,selamat malam para pembaca salam sejahtera untuk kita semua. buat kali ini saya akan membahas mengenai mata kuliah yang saya pelajari, mau bagi bagi ilmu :) meskipun sekarang saya belum lulus S1 tapi bagi bagi ilmu itu lebih baik :) langsung aja ya semoga mengerti dan paham dengan apa yang akan saya berikan, bismillah.

PERLETAKAN dan REAKSI PERLETAKAN

Jenis Perletakan:
1. Rol


Sifat dari perletakan Rol:
  • dapat bergerak dalam arah sejajar perletakan tetapi  tidak ada raksi perletakan sejajar perletakan

  • dapat berputar tetapi tidak ada reaksi perletakan dalam arah memutar
 
  • tidak dapat bergerak dalam arah tegaklurus perletakan tetapi terdapat reaksi perletakan tegak lurus perletakan yang ditandai dengan anak panah merah disimbolkan R.
 
cat: pada rol terdapat 1 reaksi perletakan Rv (Reaksi vertikal)

 2. Sendi


Sifat dari Perletakan Sendi:
  • tidak dapat bergerak dalam arah sejajar peletakan, tetapi terdapat reaksi perletakan sejajar perletakan.yang ditandai engan anak panah merah dinotasikan R.
  • dapat berputar tetapi tidak ada reaksi perletakan dalam arah memutar.
  • tidak dapat bergerak dalam arah tegak lurus perletakan, tetapi terdapat reaksi perletakan tegaklurus perletakan.yang ditandai dengan anak panah merah disimbolkan R.
cat: pada sendi terdapat 2 reaksi perletakan RV, RH (reaksi vertikal dan reaksi horizontal)
 
3. Jepit


Sifat dari Perletakan jepit :
  • tidak dapat bergerak dalam arah sejajar & tegak lurus perletakan. tetapi terdapat reaksi perletakan sejajar & tegak lurus perletakan
  • tidak dapat berputar tetapi terdapat reaksi perletakan dalam arah memutar
 cat: pada jepit terdapat 3 reaksi perletakan RV, RH, RM (reaksi vertikal, reaksi horizontal dan reaksi Momen)

contoh:
simpel beam



kanti lever 

balok menerus (continus beam)

cat: jika ada gaya (P yang miring) maka harus diuraikan menjadi sumbu x dan y

 

MENGHITUNG REAKSI PERLETAKAN

Reaksi perletakan dapat dihitung dengan menggunakan prinsip keseimbangan gaya yaitu:

(seimbang = ketika , aksi = reaksi)

 Jumlah gaya arah horizontal = 0 

∑Fx = 0 atau ∑ H = 0

jumlah gaya vertikal = 0

∑Fy = 0 atau ∑ V = 0

 jumlah gaya arah memutar (momen) = 0

∑M... = 0  

(...) diisi dengan salahsatu perletakan contoh  ∑MB  yang artinya zigma momen di B.

rumus untuk zigma momen = 0 adalah

(P x jarak)  "dengan jaraknya adalah jarak garis kerja"

contoh jarak garis kerja adalah sebagai berikut:

 

  keterangan gambar:

  • P1 adalah gaya 1 yg berpengaruh terhadap struktur

  • P2 adalah gaya 2 yg berpengaruh pada struktur

  • A adalah perletakan sendi

  • B adalah perletakan roll

  • garis yg berwarna merah yang panjangnya 2m adalah garis kerja untuk P1 terhadap perletakan B.

  • dan begitu juga untuk P2 terhadap perletakan B adalah 3m.

    Catatan: setiap struktur pasti terdiri dari satu sendi satu roll tidakmungkin keduanya roll karena tidak stabil dan tidak semuanya sendi karena rentan rusak / tidak stabil.

ketiga persamaan tersebut disebut dengan Dasar Keseimbangan Struktur.

  diatas hanya saya bahas mengenai cara menghitung reaksi perletakan menggunakan prinsip keseimbangan gaya. untuk cara penggunaan rumus tersebut akan saya bahas di entri berikutnya. 

ternyata susah membuat materi tertulis untuk dapat dipahami oleh orang lain, kalau face to face mah saya bisa ngajarin dikit2 mah. kalau ada yg mau ditanyakan comment saja insyaallah kalau ada waktu saya jawab :)


No comments:

Post a Comment