Wednesday, July 10, 2013

Perbaiki Rice Cooker Mudah

Rice cooker adalah alat penanak nasi elektrik, yang memanfaatkan energi listrik. Rice cooker biasanya di kategorikan  dalam alat rumah tangga yang peranannya sangat penting  dan daya yang dibutuhkan untuk menyalakannya tidak besar antara 300 watt-800 watt. Rice cooker peralatan rumah tangga yang rutin digunakan setiap hari. Sehingga alat penanak nasi ini  rentan akan kerusakan. Bila Rice cooker bermasalah terpaksa anda menunda makan bahkan bisa-bisa anda akan makan diluar rumah. Karena Penanak nasi ini sering digunakan biasanya sering timbul kerusakan ringan hingga besar, dari tidak bisa menghangatkan nasi, nasi menjadi kering, nasi menjadi cepat basah bahkan rice cooker mati total, pusing nich! please tolong ?? Untuk Mengatasinya Simaklah Tulisan Yang Menarik ini. Selamat Mencoba.

Diagram Kerja Rice Cooker



Cara Kerja cooking, pada saat saklar atau swicth terhubung, arus listrik dari L langsung di alirkan ke cast heater {yang menyatu dengan logam menghasilkan daya 300-400 watt tergantung jenis rice cookernya} dan led cooking sehingga lampu led cooking menyala, dan cast heater menghasilkan panas secara maksimal. Apabila tegangan listrik masuk 220 volt maka cast heater  mendapat tegangan 220 volt pula. Pada titik didih air panas 100 celcius , air dalam panci sudah menguap semua kemudian Panas dilanjutkan naik hingga mencapai 134 celcius Thermostat trip artinya pegas lepas dari magnet. Di dalam Thermosstt terdapat magnet dan pegas, pada suhu ruang gaya magnet lebih besar dari gaya pegas. Bagian metal Thermostat (bagian yang kontak langsung dengan panci tempat nasi) menyensor panas dari panci apakah panasnya sudah mencapai sekitar 134 derajat celcius. Metal bila terkena panas maka daya magnet berkurang sehingga gaya pegas lebih besar dari gaya magnet. Akibatnya pegas terlepas dari magnet (menjauh) sehingga menekan tuas dan tuas menekan menggerakkan saklar menjadi off  atau terputus hubungan listriknya, lalu masuk ke mode warming Rice Cooker.

Cara Kerja Saat Warming, arus listrik dari L melalui mica heater {termistor adalah semacam kertas mica yang berfungsi sebagai termistor, yaitu tahanan makin besar bila bertambah panasnya. Makin besar tahanan maka tegangan yang masuk berkurang sehingga mengurangi daya panas yang dihasilkan heater. Sehingga mampu mengontrol panas cooker saat warming supaya panasnya tetap di kisaran 70-80 celcius}  dan led warming. Tegangan yang keluar dari mica heater kurang dari 25 volt. Pada Saat Posisi warming, cast heater hanya mendapat tegangan kurang dari 25 volt, sedangkan tegangan yang masuk ke cast heater dikontrol oleh termistor atau mica heater sehingga memperoleh panas yang lebih stabil sekitar 70-80 celcius untuk menjaga nasi tetap hangat.
Apabila Anda Paham cara kerjanya Rice Cooker ini, Anda dapat memperbaiki kerusakannya dengan sangat mudah, ini kuncinya.

Gambar Rangkaian kelistrikan Rice Cooker Secara Umum.



Contoh kasus.
Kerusakan Rice cooker Merek Youngma dengan indikasi mati total
Analisa Masalah.
Rice cooker Youngma menggunakan Fuse/sekring untuk pengaman temperaturnya, apabila temperatur melebi hi 115 derajat Celcius maka fuse akan putus /sekringnya putus. Lalu Anda tidak bisa masak nasi, kasian laparnya..
Cara Memperbaikiny.
Pertama bongkar bagian cover bawah dari rice cookernya selanjutnya buka sekerup yang terletak dekat kabel colokan ke listrik, kemudian congkel cover dengan obeng minus atau alat sejenis. Letak fuse di dalam pelindung kabel yang terletak diantara tabung rice cooker dengan cover samping.  Gantilah fuse yang mati dengan fuse yang baru  yang sejenis Tutup kembali cover yang dibongkar dan bimsalabim  rice cooker milik anda sudah bisa normal kembali.

Kasus
Kerusakan  rice cooker tidak bisa dipakai untuk memasak, lampu cook / warm mati,Tidak bisa masak, Penghangat tidak berfungsi,Nasi basiatau berwarna kuning atau nasi jadi Kering. 

Analisa masalah dan perbaikan:
Anda periksalah kabel dayanya, apabila putus gantilah dengan yang baru. Kemudian  Periksa  elemen pemanasnya dengan ohm meter. Bila tahanannya menunjukkan harga tak terhingga berarti elemennya putus, segera ganti dengan yang baru yang sesuai dengan aslinya.
Anda bisa memperbaiki sendiri rice cooker dengan mempraktekannya. Selamat mencoba.




Elemen-elemen Rice Cooker

  • Tempat menanak nasi yang terbuat dari aluminum yang telah di campur atau di bungkus dengan anti lengket.
  • Elemen pemanas ,elemen pemasan ini bisanya berada di dalam dan di tempel pada bagian dalam dan tidak mudah untuk di perbaiki  sekarang elemen pemanas dibuat permanen jadi untuk perbaiki sukar di perbaiki.
  • Bagian luarnya. bagian luar untuk melindungi elemen pemanas dan bagian rangkaian kelistrikanya ,biasanya bagian luar ini di lengkapi dengan lampu indikator biasanya lampu indikator ini berwarna hijau dan merah .
  • Kabel penghubung, kabel ini menghubungkan arus sumber ke rice cooker, biasanya pada kabel penghubung sudah di lengkapi dengan tombol kontak.
  • Tutup rice cooker .penutup Rice cooker  terdiri dari dua : penutup dalam yang terbuat dari aluminium dan penutup luar yag terbuat dari bahan plastik.
 Proses  Kerja Rice Cooker untuk Memasak nasi dan menghangatkannya.

Rice cooker atau penanak nasi  bekerja dengan memanaskan air sampai ke titik didihnya. Pada saat itu Panas akan mengalirkan ke panci tempat beras dan airnya ditarohkan. Air akan menguap pada temperatur 100 derajat Celsius. Pada tempa ratur tersebut semua air akan habis menguap dan diserap oleh beras dan air menjadi nasi. Sehingga tepat ketika air di dalam panci sudah habis, nasi pun menjadi masak.

Didalam rice cooker terdapat sebuah elemen termostat gunanya untuk mengatur susu tetap hangat.
Termostat akan mendeteksi apakah air sudah mencapai titik didihnya atau belum. Bila air sudah
mencapai titik didihnya (100 Celsius), rice cooker mempertahankannya beberapa saat (membiarkan semua air menguap) lalu menurunkan suhu menjadi sekitar 60-70 derajat Celsius sehingga suhu di dalam panci akan
bertahan untuk menghangatkan nasi di dalamnya. Nasinya bisa tahan lama. Selamat menikmati Makan Nasi.
sumber:http://andaingintahu.blogspot.com/2011/05/perbaiki-rice-cooker-mudah.html

Rumus Konversi/Merubah Suhu Celcius, Fahrenheit, Reamur dan Kelvin – Perubahan Derajat Temperatur Panas Satuan Skala Suhu Fisika


Di dunia terdapat banyak standar satuan hitungan skala suhu, namun yang akan kita bahas lebih lanjut rumusnya hanya yang paling banyak dipakai saja yaitu :
1. Celcius atau Selsius
2. Fahrenheit atau Farenheit
3. Reamur atau Rheamur
4. Kelvin (standar SI satuan internasional)
5. Rankine
6. Delisle
7. Newton
8. Romer

A. Rumus merubah celcius ke kelvin
= Celcius + 273,15
B. Rumus merubah celcius ke rheamur
= Celcius x 0,8
C. Rumus merubah reamur ke celcius
= Rheamur x 1,25
D. Rumus merubah celcius ke fahrenheit
= (Celcius x 1,8) + 32
E. Rumus merubah fahrenheit ke celcius
= (Fahrenheit – 32) / 1,8
F. Rumus merubah rheamur ke farenheit
= (Rheamur x 2,25) + 32
Yang perlu kita ketahui adalah perbandingan suhu antara celcius, reamur dan fahrenheit adalah 5 : 4 : 9. Khusus untuk farenheit perlu ditambah 32 untuk perubahnnya. Perubahan lain bisa melakukan penyesuaian rumus di atas.
Tambahan :
- Satuan derajat temperatur suhu adalah dengan lambang derajat, yaitu pangkat nol setelah angka suhu dan diikuti dengan jenis standarnya. Misalnya C untuk celcius, R untuk reamur dan F untuk fahrenheit. Namun untuk Kelvin tidak membutuhkan pangkat nol setelah angka satuan suhu.
- Alat untuk mengukut temperatur suhu memiliki nama termometer. Termometer adalah tabung kaca yang didalamnya terdapat cairan raksa atau alkohol. Semakin rendah suhu maka cairan raksa maupun alkohol akan menciut dan mengembang jika suhu kian tinggi.
- Masalah suhu biasanya dipelajari pada mata pelajaran ipa fisika dan kimia.

cat: jika ingin menanyakan silahkan kunjungi link dibawah ini maaf saya tidak bisa menjelaskannya dikarenakan saya hanya mengumpulkan informasi, yang saya butuhkan saja trimakasih sudah mengerti :)
sumber:http://eritristiyanto.wordpress.com/2010/04/04/rumus-konversimerubah-suhu-celcius-fahrenheit-reamur-dan-kelvin-perubahan-derajat-temperatur-panas-satuan-skala-suhu-fisika/

Daur Ulang Limbah Plastik


1.1 Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastik setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan.
Plastik juga merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang cukup berahaya bagi lingkungan. Limbah daripada plastik ini sangatlah sulit untuk diuraikan secara alami. Untuk menguraikan sampah plastik itu sendiri membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat ataupun konservatif bagi lingkungan apabila digunakan tanpa menggunakan batasan tertentu. Sedangkan di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kita yang berada di Indonesia,penggunaan bahan plastik bisa kita temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita. Padahal apabila kita sadar, kita mampu berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan menggunakan kembali (reuse) kantung plastik yang disimpan di rumah. Dengan demikian secara tidak langsung kita telah mengurangi limbah plastik yang dapat terbuang percuma setelah digunakan (reduce). Atau bahkan lebih bagus lagi jika kita dapat mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna (recycle). Bayangkan saja jika kita berbelanja makanan di warung tiga kali sehari berarti dalam satu bulan satu orang dapat menggunakan 90 kantung plastik yang seringkali dibuang begitu saja. Jika setengah penduduk Indonesia melakukan hal itu maka akan terkumpul 90×125 juta=11250 juta kantung plastik yang mencemari lingkungan. Berbeda jika kondisi berjalan sebaliknya yaitu dengan penghematan kita dapat menekan hingga nyaris 90% dari total sampah yang terbuang percuma. Namun fenomena yang terjadi adalah penduduk Indonesia yang masih malu jika membawa kantung plastik kemana-mana. Untuk informasi saja bahwa di supermarket negara China, setiap pengunjung diwajibkan membawa kantung plastik sendiri dan apabila tidak membawa maka akan dikenakan biaya tambahan atas plastik yang dikeluarkan pihak supermarket.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
  1. Apa saja jenis limbah plastik yang sering didaur ulang
  2. Bagaimana proses daur ulang limbah  plastik dalam industri
1.3 Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah mempelajari proses daur ulang limbah plastik dalam skala industri.
1.4 Manfaat
Manfaat yang sangat diharapkan adalah dapat memberikan sumbangsih pengetahuan tentang daur ulang limbah plastik dalam skala industri karena faktor masalah lingkungan akibat limbah yang ditimbulkan oleh manusia.
1.5 Ruang Lingkup
Dalam penulisan makalah ini, batasan yang kami ambil antara lain :
1.   Jenis limbah plastik yang sering didaur ulang
2.   Proses daur ulang limbah  plastik dalam industri
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Definisi Plastik
Plastik adalah senyawa polimer yang terbentuk dari polimerisasi molekul- molekul kecil (monomer) hidrokarbon yang membentuk rantai yang panjang dengan struktur yang kaku. Plastik merupakan senyawa sintesis dari minyak bumi (terutama hidrokarbon rantai pendek) yang dibuat dengan reaksi polimerisasi molekul- molekul kecil (monomer) yang sama , sehingga membentuk rantai panjang dan kaku dan akan menjadi padat setelah temperatur pembentukannya. Plastik memiliki titik didih dan titik beku yang beragam , tergantung dari monomer pembentuknya. Monomer yang sering digunakan adalah etena (C2H4), propena(C3H6), styrene(C8H8), vinil klorida, nylon dan karbonat(CO3). Plastik merupakan senyawa polimer yang penamaan nya sesuai dengan nama monomer nya dan diberi awalan poli-. Contohnya, plastik yang terbentuk dari monomer- monomer propena, namanya adalah polipropilena (Wardani, 2009).
Hampir semua plastik sulit untuk diuraikan. Plastik yang memiliki ikatan karbon rantai panjang dan memiliki tingkat kestabilan yang tinggi, sama sekali tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme (Wardani, 2009).
2.2       Jenis-Jenis Plastik
2.2.1  HDPE (HIGH-DENSITY POLY-ETHYLENE)
 Karakteristik : 
·       Bunyi kresek – kresek
·       Lebih kaku

Yang umum digunakan di Indonesia :
·        Kantong tentengan
·        Kantong Buah
·        Untuk kuah sayur / kuah baso

2.2.2 PP (POLY – PROPYLENE)
Karakteristik
·    Bening
·    Aman bersentuhan langsung dengan makanan (Food Grade)
·    Lebih mudah sobek dibanding PE

       Yang umum digunakan di Indonesia :
·       Kantong kerupuk
·       Kantong garam
·       Laundry baju
·       Roti manis

2.2.3  LLDPE (LINEAR LOW–DENSITY POLY–ETHYLENE)
Karakteristik  :
·       Buram
·       Lemas
·       Ulet, tidak mudah sobek
·       Aman bersentuhan langsung dengan makanan

Yang umum digunakan langsung di Indonesia :
·       Kantong gula cetak
·       Pelapis dalam dus
(Hariadhi, 2008)
2.3       Pengelolaan Limbah Plastik Dengan Metode Recycle (Daur Ulang)
Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). Di Indonesia, pemanfaatan limbah plastik dalam skala rumah tangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda, misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember. Sisi jelek pemakaian kembali, terutama dalam bentuk kemasan adalah sering digunakan untuk pemalsuan produk seperti yang seringkali terjadi di kota-kota besar (Macklin, 2009).
Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatu limbah plastik dapat diproses oleh suatu industri, antara lain limbah harus dalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan (biji, pellet, serbuk, pecahan), limbah harus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksidasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelum digunakan limbah plastik diproses melalui tahapan sederhana, yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya (Macklin, 2009).
Terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastik di Indonesia dibandingkan negara maju. Hal ini dimungkinkan karena pemisahan secara manual yang dianggap tidak mungkin dilakukan di negara maju, dapat dilakukan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja melimpah sehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan peralatan canggih yang memerlukan biaya tinggi. Kondisi ini memungkinkan berkembangnya industri daur ulang plastik di Indonesia (Macklin, 2009).
Pemanfaatan plastik daur ulang dalam pembuatan kembali barang-barang plastik telah berkembang pesat. Hampir seluruh jenis limbah plastik (80%) dapat diproses kembali menjadi barang semula walaupun harus dilakukan pencampuran dengan bahan baku baru dan additive untuk meningkatkan kualitas. Empat jenis limbah plastik yang populer dan laku di pasaran yaitu Linear Low Density Polietilena (LLDPE), High Density Polyethylene (HDPE), dan Polipropilena (PP) (Macklin, 2009).
Tahapan proses daur ulang digolongkan menjadi 2 bagian besar, yaitu:
  • Bagian proses sortir bahan baku yang menggunakan tenaga manusia.
  • Bagian proses yang menggunakan mesin.

2.3.1 Sortir
Sortir merupakan proses pemisahan yang pertama kali dilakukan. Pada proses ini dilakukan  pekerjaan untuk memisahkan bahan baku yang datang dan membuang material / benda asing yang tidak diharapkan masuk ke dalam proses (Anonim, 2009a).
2.3.2    Pemotongan
Proses ini dilakukan untuk mengurangi ukuran material dan mempermudah  proses selanjutnya, dengan cara memotong atau merajang plastik dalam bentuk asalnya (kantong atau lembaran plastik) (Anonim, 2009a).
2.3.3    Pencucian
Tujuan dari pencucian adalah agar tidak mengganggu proses penggilingan. Terdiri dari 2 tahap, yaitu:
a. Prewashing
Untuk memisahkan material-material asing terutama agar tidak ikut dalam proses selanjutnya dengan menggunakan media cair sebagai sarana untuk mencuci material dan membawa material asing keluar dari proses (Anonim, 2009a).
b.  Pencucian Tahap 2:
Pada bagian ini dilakukan pencucian menggunakan mesin friction water. Materi dicuci kembali oleh ulir menanjak  yang berputar pada putaran tinggi sehingga hasil dari friksi dapat melepaskan material asing yang masih terdapat pada bahan, dimna bagian ini masih menggunakan media air untuk membawa material asing keluar dari proses (Anonim, 2009a).
2.3.4    Pengeringan
Pengeringan dilakukan secara mekanik yaitu dengan memeras material dengan gerakan memutar sehingga air dapat keluar. Dengan menguapkan air pada suhu tertentu agar bahan benar-benar terbebas dari suhu yang melekat (Anonim, 2009a).
2.3.5    Pemanasan
Material yang telah bersih dari pengotor dilelehkan dengan proses pemanasan material pada suhu 2000C, dimana suhu panas dihasilkan oleh heater. Selanjutnya lelehan dialirkan untuk menuju proses penyaringan (Anonim, 2009a).
2.3.6    Penyaringan
Dilakukan dengan lembaran besi yang dilobangi sebesar kira-kira 4mm di seluruh permukaannya. Diharapkan lelehan plastik akan melewati saringan ini untuk menghasilkan lelehan plastik berbentuk silinder panjang yang nantinya akan dipotong-potong (Anonim, 2009a).
2.3.7    Pendinginan
Setelan berbentuk silinder, material dilewatkan pada air dingin sebagai media pendingin (Anonim, 2009a).
2.3.8    Pencetakan/Penggilingan
Pencetakan bijih plastik dilakukan dengan membentuk lelehan plastik menjadi berbentuk mie dengan diameter 4 mm (Anonim, 2009a).
2.3.9    Pembungkusan dan Pemeriksaan
Dilakukan pembungkusan terhadap material kering dalam karung plastik. Pemeriksaan untuk mengetahui apakah proses produksi berjalan baik (Anonim, 2009a).

Gambar 1. Flowchart Proses Daur Ulang Limbah Plastik
Gambar 2. Rangkaian Alat Proses Daur Ulang Limbah Plastik
2.4       Plastik Daur Ulang Sebagai Matriks
Di Indonesia, plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah. Pemanfaatan plastik daur ulang sebagai bahan konstruksi masih sangat jarang ditemui. Pada tahun 1980 an, di Inggris dan Italia plastik daur ulang telah digunakan untuk membuat tiang telepon sebagai pengganti tiang-tiang kayu atau besi. Di Swedia plastik daur ulang dimanfaatkan sebagai bata plastik untuk pembuatan bangunan bertingkat, karena ringan serta lebih kuat dibandingkan bata yang umum dipakai (Macklin, 2009).
Pemanfaatan plastik daur ulang dalam bidang komposit kayu di Indonesia masih terbatas pada tahap penelitian. Ada dua strategi dalam pembuatan komposit kayu dengan memanfaatkan plastik, pertama plastik dijadikan sebagai binder sedangkan kayu sebagai komponen utama; kedua kayu dijadikan bahan pengisi/filler dan plastik sebagai matriksnya. Penelitian mengenai pemanfaatan plastik polipropilena daur ulang sebagai substitusi perekat termoset dalam pembuatan papan partikel telah dilakukan oleh Febrianto dkk (2001). Produk papan partikel yang dihasilkan memiliki stabilitas dimensi dan kekuatan mekanis yang tinggi dibandingkan dengan papan partikel konvensional. Penelitian plastik daur ulang sebagai matriks komposit kayu plastik dilakukan Setyawati (2003) dan Sulaeman (2003) dengan menggunakan plastik polipropilena daur ulang. Dalam pembuatan komposit kayu plastik daur ulang, beberapa polimer termoplastik dapat digunakan sebagai matriks, tetapi dibatasi oleh rendahnya temperatur permulaan dan pemanasan dekomposisi kayu (lebih kurang 200°C) (Macklin, 2009).
Titik leleh termoplastik berkisar antara 60°C sampai 300°C (Sulchan, 2007).
BAB III
KESIMPULAN

Plastik adalah senyawa polimer yang terbentuk dari polimerisasi molekul- molekul kecil (monomer) hidrokarbon yang membentuk rantai yang panjang dengan struktur yang kaku. Plastik merupakan senyawa sintesis dari minyak bumi (terutama hidrokarbon rantai pendek) yang dibuat dengan reaksi polimerisasi molekul- molekul kecil (monomer) yang sama , sehingga membentuk rantai panjang dan kaku dan akan menjadi padat setelah temperatur pembentukannya.
Tahapan proses daur ulang digolongkan menjadi 2 bagian besar, yaitu:
  • Bagian proses sortir bahan baku yang menggunakan tenaga manusia.
  • Bagian proses yang menggunakan mesin.
sumber: http://mudhzz.wordpress.com/daur-ulang-limbah-plastik/#comment-1228

Kenalilah Jenis-Jenis Plastik di Sekitar Anda

jenis-plastik.jpg

Bijak, Kenali, Cermati dan Hindari bahaya yang mungkin terkandung didalamnya.

Kode 1 : Plastik bertuliskan PET atau PETE
Plastik PET atau PETE (Polyethylene Terephthalate) sering digunakan sebagai Plastik botol minuman, minyak goreng, kecap, sambal, obat, maupun kosmetik. Plastik jenis ini tidak boleh digunakan berulang-ulang atau hanya sekali pakai. Jangan digunakan untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

Kode 2 : Plastik bertuliskan HDPE
Plastik HDPE (High Density Polyethylene) banyak ditemukan sebagai Plastik kemasan makanan dan obat yang tidak tembus pandang. Plastik jenis ini digunakan untuk botol kosmetik, obat, minuman, tutup plastik, jeriken pelumas, dan cairan kimia. Sama seperti jenis plastik sebelumnya, plastik ini direkomendasika n hanya untuk sekali pakai juga.

Kode 3 : Plastik bertuliskan PVC
Plastik PVC (Polyvinyl Chloride) sering digunakan pada mainan anak, bahan bangunan, dan plastik kemasan untuk produk bukan makanan. Plastik ini adalah yang paling sulit di daur ulang. PVC dianggap sebagai jenis plastik yang paling berbahaya. Beberapa negara Eropa bahkan sudah melarang penggunaan PVC untuk bahan mainan anak di bawah tiga tahun. Plastik ini juga banyak digunakan dalam bungkus plastik (wrap) dan botol-botol minuman yang ditemukan. Isi dari PVC adalah DEHA yang dapat terakumulasi masuk ke dalam makanan yang panas ataupun berminyak. Berpotensi berbahaya bagi organ dalam, terutama untuk ginjal dan hati.

Kode 4 : Plastik bertuliskan LDPE
Plastik LDPE (Low Density Polyethylene), jenis plastik ini biasanya dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Plastik yang terbuat dari bahan ini dapat didaur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Plastik dengan bahan ini bisa dibilang tidak dapat dihancurkan tetapi tetap baik untuk makanan. Contohnya plastik pembungkus gula, minyakgoreng curah atau terigu.

Kode 5 : Plastik bertuliskan PP
Plastik PP (Polypropylene) merupakan pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman. Khususnya untuk botol minuman bayi. Pastikan melihat ada simboltulisan ini jika ingin membeli wadah plastik yang baik. Karakteristik bahan botol terlihattransparan, tetapi tidak jelas (mendung).

Kode 6 : Plastik bertuliskan PS
Plastik PS (Polystyrene) lebih dikenal dengan sebutan styrofoam. Didalam plastik ini terdapat bahan styrine yang berbahaya bagi otak dan sistem saraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Banyaknegara seperti Amerika Serikat dan Cina menghindari penggunaan styrofoam.

Kode 7 : Plastik bertuliskan PC
Plastik PC (Polycarbonate), jenis plastik ini bening, tahan panas dan bisa dipakai berulang kali. Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minuman olahraga, suku cadang mobil, alat rumah tangga dan plastik kemasan...

Bila menemukan plastik tanpa kode dan ragu apalagi akan digunakan untuk wadah makanan lebih baik tidak dibeli. akan lebih aman lagi bila ada kode lambang gelas dan garpu yang berdampingan.

Ember plastik hitam yang kita gunakan untuk membilas pakaian dan digunakan sebagai wadah penyimpanan serbuk kopi luwak bisa jadi merupakan gabungan berbagai jenis plastik diatas yang dilebur menjadi satu.


Semoga sedikit Bermanfaat. 
sumber:http://henzov.mywapblog.com/kenalilah-jenis-jenis-plastik-di-sekitar.xhtml

Jenis-Jenis Plastik dan Istilah Produksi Plastik

sumber gambar:http://pusat-plastik.blogspot.com/2012/02/penemu-plastik-dan-jenis-jenis-plastik.html

Plastik di produksi berdasarkan jenis-jenisnya  antara lain :
1. PET atau PolyEthylene Terephthalate adalah Jenis Plastik yang hanya bisa sekali pakai, seperti biasa Botol air Mineral dan hampir semua Botol minuman lainnya. Jika pemakaiannya dilakukan secara berulang, terutama menampung air panas, lapisan polimer botol meleleh mengeluarkan zat karsinogenik dan dapat menyebabkan Kanker.
2. HDPE atau High Density PolyEthylene merupakan Jenis Plastik yang Aman jika dibandingkan dengan Jenis Plastik PET karena memiliki sifat tahan terhadap suhu tinggi. Sering dipakai untuk Botol susu yang berwarna putih susu, Tupperware, Botol Galon air minum, dan lain-lain. Meski demikian, jenis plastik disarankan untuk tidak dipakai berulang.
3. PVC atau PolyVinyl Chloride merupakan Jenis Plastik yang sulit didaur ulang, seperti botol-botol Plastik dan Plastik Pembungkus. Jangan gunakan Plastik jenis ini untuk membungkus makanan karena jenis plastik ini memiliki kandungan PVC atau DEHA yang berbahaya untuk Ginjal dan Hati.
4. LDPE atau Low Density PolyEthylene merupakan Jenis Plastik yang bisa didaur Ulang, baik dipakai untuk tempat minuman maupun makanan.
5. PP atau PolyPropylene juga baik digunakan untuk tempat minuman maupun makanan. Jenis Plastik semacam ini lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah dan biasanya digunakan untuk botol minum bayi.
6. PS atau PolyStyrene merupakan Jenis Plastik yang digunakan untuk tempat minum atau makanan sekali pakai. Mengandung bahan bahan Styrine yang berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi dan sistem saraf.  Sumber http://argamazuplastik.com

Penemu Plastik dan Jenis-jenis plastik







SETIAP orang pasti kenal dengan bahan yang satu ini, plastik. Peralatan di dapur, di kamar mandi, di kamar kita, hampir semuanya terbuat dari plastik. Benda-benda di sekitar kita banyak sekali yang terbuat dari plastik. Bahkan, wajah seseorang dapat dibuat bagus sesuai keinginan dengan melakukan operasi plastik.
Plastik ada yang bersifat lunak (seluloid). Plastik jenis ini ditemukan oleh John Wesley Hyatt. Bahannya merupakan campuran dari selulosa nitrat dan kamfor yang dilarutkan dalam alkohol, kemudian menghasilkan pastik yang dinamakan seluloid. Seluloid ini mudah terbakar. Karena sifatnya yang kurang tahan terhadap panas, dalam industri berbagai barang plastik ini digantikan oleh plastik jenis lain yang sering kita temui sekarang yaitu bakelit.
Plastik yang tahan panas ini ditemukan pertama kali oleh Leo Hendrik Baekeland, seorang ahli kimia warga Amerika berkebangsaan Belgia. Baekeland lahir di Ghent, Belgia, pada tanggal 14 November 1863. Bakelit, yang penamaannya diambil dari nama Baekeland ini sebenarnya bukanlah temuan yang pertamanya karena sebelumnya ia sudah menemukan kertas foto yang dinamakan Velox.
Baekeland seorang pelajar yang cerdas. Ia suka ngulik, mengutak-atik, mencoba-coba segala sesuatu. Selama sekolah ia selalu menjadi juara kelas sehingga pada umur 16 tahun ia sudah tamat sekolah menengah atas (SLTA). Karena kecerdasannya pula, ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Universitas Ghent. Selama tiga tahun ia kuliah dan pada umur 19 tahun ia sudah menjadi sarjana. Pada tahun 1884 atau pada saat umur 21 tahun ia telah mendapat gelar doktor dengan predikat maxima cum laude. Kemudian ia mengajar di universitas tersebut sampai tahun 1889.
Baekeland memiliki hobi bepergian dan memotret. Ia sering melakukan perjalanan ke luar negeri seperti ke Prancis dan Inggris. Pada tahun 1889, ia mendapat beasiswa untuk belajar di Amerika Serikat selama tiga tahun. Beasiswa yang sebenarnya untuk tiga tahun tersebut malah diputuskannya untuk menetap di Amerika Serikat sampai ia ganti kewarganegaraan.
Karena hobinya yang suka memotret, kemudian ia mendapat pekerjaan di perusahaan fotografi. Pada saat itu, untuk mencetak gambar negatif film pada kertas harus menggunakan sinar matahari. Baekeland berpikir akan ketidakpraktisan hal itu. Terutama jika harus mencetak pada malam hari atau saat cuaca sedang hujan dan sinar matahari tidak ada. Dalam waktu yang singkat ia berhasil menciptakan kertas foto yang dinamakan Velox. Dengan kertas ini, tanpa sinar matahari pun film dapat diproses dan sebagai pengganti sinar matahari adalah dengan menggunakan lampu. Untuk mendukung penemuannya, pada tahun 1893 ia mendirikan pabrik kertas foto yang diberi nama Nepera Chemical Company (Perusahaan Kimia Nepera). Tetapi, perusahaan tersebut tidak berumur panjang. Enam tahun kemudian ia menjual perusahaan tersebut seharga satu juta dolar kepada Eastman, penemu kamera.
Tahun 1905, Baekeland mulai mengadakan penelitian. Dua tahun kemudian ia "menyulap" sebuah bangunan yang tadinya berupa gudang menjadi sebuah laboratorium yang terletak di Yonkers, New York. Biaya pembangunannya menggunakan sebagian uang hasil penjualan perusahaan kimianya. Di laboratorium inilah ia mulai meneliti bahan pembentuk bakelit.
Baekeland mereaksikan dua jenis bahan kimia yaitu formaldehid (H2CO) yaitu sejenis bahan pengawet dan fenol (C6H5OH) yaitu sejenis bahan pembasmi kuman. Dengan hati-hati ia memanaskannya, mengontrol suhu dan tekanannya. Hasilnya, terbentuklah suatu bahan baru yang dapat dibengkokkan, dipilin, dan dibuat berbagai bentuk. Ia menamainya bakelite (bakelit). Bakelit ini merupakan kopolimer yaitu polimer hasil reaksi monomer-monomer yang lebih dari atu jenis. Polimer merupakan senyawa dengan massa molekul besar yang terbentuk dari gabungan molekul-molekul sederhana (monomer-monomer).
Tahun 1910 Baekeland mendirikan pabrik plastik sekaligus menjadi direktur utamanya sampai tahun 1939. Bakelit atau plastik tahan panas ini mulai diperkenalkan kepada masyarakat umum. Awalnya plastik digunakan untuk membuat kotak radio, kancing, bola biliar, dan beberapa jenis barang lainnya. Tetapi, berbeda dengan sekarang, di mana hampir semua barang yang kita temui terbuat dari plastik. Baekeland meninggal dunia pada tanggal 23 Februari 1944 saat usia 81 tahun di Beacon, New York, AS.***
Sumber : Pikiran Rakyat (26 Januari 2006)
Plastik berasal dari bahasa Yunani yaitu plastikos yang artinya adalah bahan yang bersifat elastis yang dapat dibuat, diproses dan dihasilkan menjadi berbagai bentuk untuk keperluan industri. Contohnya adalah piring plastik, tabung plastik, kantong plastik, botol plastik, klise film, serat plastik, dll.
Istilah thermoplastik adalah bahan plastik yang jika dipanaskan dengan derajat kepanasan tertentu, maka akan mencair dan dapat dibentuk menjadi aneka kantong plastik dan suku cadang mobil.
Istilah thermoset adalah bahan plastik yang jika telah dibuat dalam bentuk bahan padat, maka tidak dapat dicairkan kembali sehingga harus dibakar sampai habis. Contohnya adalah melamine, peralatan makan dan panel sirkuit.
Selain istilah di atas, dalam kesempatan ini kami juga akan membagi tentang istilah plastik untuk kegunaan umum dan khusus sebagai berikut :
1. Plastik untuk kegunaan umum
  1. Polypropylene (PP) adalah jenis plastik untuk kemasan makanan, perabotan rumah tangga dan bemper.
  2. Polystyrene (PS) adalah jenis plastik untuk kemasan sabun, kemasan makanan, cangkir yang siap untuk di buang, piring, tempat/kotak CD dan kaset.
  3. Polystyrene Pengaruh Tinggi / High Impact Polystyrene (HIPS) adalah jenis plastik yang digunakan untuk kemasan makanan dan cangkir yang di jual secara keliling.
  4. Acrylic Butadien Styrene (ABS) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai rangka/casing peralatan elektronik, misal-nya adalah monitor komputer, printer, keyboard dan pipa saluran.
  5. Plyethylene terephthalate (PET) adalah jenis plastik yang digunakan untuk botol minuman carbonate, film atau klise plastik dan kemasan microwave.
  6. Polyester (PES) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai fiber dan campuran dalam textile.
  7. Polyamide ( PA (Nylon) ) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai pipa atau pancuran ledeng, bingkai jendela dan lantai.
  8. Polyurethanes (PU) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai karet busa bantal, karet busa insulasi thermal, lapisan permukaan, roller mesin cetak (biasanya menggunakan bahan plastik, dan biasanya terdapat pada mobil).
  9. Polycarbonate (PC) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai compact disc, kacamata, perisai, jendela pengaman, lampu lalu lintas dan lensa.
  10. Polyvinyldene chloride (PVDC) adalah jenis plastik yang digunakan sesuai dalam kemasan makanan.
  11. Polyethylene (PE) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai aneka kantong plastik mencakup tas supermarket, botol plastik, dll.
  12. Polycarbonate / Acrylonitrile Butadiene Styrene (PC/ABS) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai campuran PC dengan ABS yang menghasilkan plastik sangat kuat, digunakan pada komponen interior dan eksterior mobil, dan untuk bahan mobile phone.
II. Plastik untuk kegunaan khusus
  1. Polymethyl methacrylate (PMMA) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai lensa kontak, kaca jendela (jenis kaca jendela yang sudah dikenal terdiri dari beberapa merek dagang di seluruh dunia, misalnya : Perspex, Oroglas, Plexiglas) dan penutup lampu belakang mobil.
  2. Polytetrafluoroethylene (PTFE) / merek dagang Teflon adalah jenis plastik yang digunakan sebagai lapisan tahan panas, pelapis antigores, permukaan non-stick untuk kipas, tape plumber dan slide air.
  3. Polyethereketone (PEEK) / (polyetherketone) adalah jenis plastik yang digunakan sebagi thermoplastik tahan panas dan merupakan bahan kimia dan bersifat sangat kuat sehingga jenis plastik ini merupakan plastik yang digunakan dalam peralatan medis yang termasuk jenis plastik yang mempunyai harga dan nilai yang mahal.
  4. Polyethermide ( PEI (Ultem) ) adalah jenis plastik yang digunakan dalam industri-industri logam karena sangat tahan panas dan tidak meleleh.
  5. Phenolic ( PF / Phenol formaldehydes ) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai komponen insulasi pada peralatan listrik, produk kertas lapis ( contoh : Formica ), karet busa, dll.
  6. Urea-formaldehyde (UF) adalah jenis plastik yang digunakan sebagai bahan adhesive kayu ( playwood, chipboard, hardboard ) dan tombol listrik di rumah.
  7. Melamine formaldehyde (MF) adalah jenis plastik yang digunakan untuk cangkir keramik, piring, dan mangkuk untuk anak-anak yang tidak mudah pecah dan lapisan permukaan atasnya di dekorasi untuk kertas lapis ( contoh : Formica ).
  8. Pollyactice acid (PLA) adalah jenis plastik yang dapat di daur ulang, ramah lingkungan, alami, bersifat fermentasi dari berbagai hasil pertanian dan hasil daur ulang-nya dapat dibuat sebagai pupuk kompos.
sumber:http://pusat-plastik.blogspot.com/2012/02/penemu-plastik-dan-jenis-jenis-plastik.html

Tuesday, July 9, 2013

Japanese Machine Converts Plastic to Oil


post by Maria Popova

August 24, 2010, 2:40 PM
Screen_shot_2010-08-24_at_2.37.15_pm_8-24-10_
The perils of plastic are nothing new to most of us. A lesser-known fact, however, is that plastic has a higher energy value than just about any other type of waste. To harness this energy while addressing the waste problem, Japanese company Blest has created a machine that converts several types of plastic into oil.
Rather than burning the plastic using flame, which generates CO2, the machine uses a temperature-controlled electric heater to convert plastic into crude gas, which can then be used to power gas-based household appliances like stoves, boilers and generators or, if refined, can even be pumped into a car or motorcycle. Small yet highly efficient, the machine produces nearly one liter of oil – gasoline, diesel or kerosine – from every kilogram of plastic, requiring only 1 kilowatt of electricity for the conversion.


Though the machine currently processes only plastic class 2, 3 and 4 (polyethylene, polystyrene and polypropylene) and not class 1 (PET bottles), it still offers a remarkable solution to a serious problem and has many potential applications. Blest CEO Akinori Ito says there currently over 60 machines installed at farms, fisheries and small factories in Japan as well as a handful abroad. They can be used for everything from converting trash left behind by tourists into oil to power tour busses and boats to powering restaurant kitchen stoves with plastic from food packaging.
Maria Popova is the editor of Brain Pickings, a curated inventory of miscellaneous interestingness. She writes for Wired UK, GOOD Magazine and Huffington Post, and spends a shameful amount of time on Twitter.
source: http://bigthink.com/design-for-good/japanese-machine-converts-plastic-to-oil

Monday, July 8, 2013

PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR


PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR
Isu tentang kelangkaan energi sudah sering kita dengar, hal ini disebabkan karena kita masih begantung pada energi yang dihasilkan oleh bahan bakar minyak. Di indonesia, perkiraan badan survei minyak dan gas bumi Indonesia, kita akan mengalami kelangkaan bahan bakar minyak di Tahun 2018. Sungguh ironis apabila negara yang kaya akan hasil alam seperti Indonesia mengalami krisis energi. Oleh karena itu, penemuan akan energi alternatif mulai diperhitungkan. Beberapa penemuan sudah banyak kita dengar seperti : bio gas, minyak buah jarak, blue energy, dll. Akan tetapi sifatnya ialah mengubah bahan mentah menjadi sesuatu dan menghasilkan limbah kembali.
            Isu kelangkaan bbm di berbaga daerah, naiknya harga bahan bakar minyak akibat dari kenaikan harga minyak dunia, merupakan suatu bukti bahwa dalam hal bahan bakar minyak, Indonesia merupakan negara yang rendah tingkat produktivitasnya, berbagai alasan seperti Indonesia yang spot-spot eksplorasi minyaknya yang 70% nya dikuasai asing maupun tehkonologi eksplorasi dan pengeboran minyak Indonesia masih belum sanggup merupakan hal-hal yang pelu diperhitungkan jika kita masih mengandalkan bahan bakar dari minyak bumi untuk menjadi sumber energi.
            Memang limbah dan sampah juga menjadi satu fenomena terutama di negara-negara berkembang, karena kedua hal ini menyangkut keindahan dan keutuhan lingkungan.. di kota-kota besar seperti Jakarta, masalah limbah justru menjadi program kerja para pemimpin.Ditambah dengan sengketa tempat pembuangan sampah di bantaran sungai yang memperkeruh sungai dan membuat daerah aliran sungai menjadi dangkal sehingga seringkali air sungai meluap dan menyebabkan banjir.
            Diantara jenis limbah dan sampah, limbah plastik merupakan limbah yang terbesar dan menjadi salah satu limbah yang suit terurai. Tapi hal ini jangan  begitu saja dianggap sebagai maslah baru, karena ternyata imbah yang menjadi limbah pioritas utama untuk didaur ulang ini sudah bukan menjadi momok lagi, bakan menghasilkan ide-ide baru untuk pengolahannya kembali. Di Rusia, seorang bocah umur 9 tahun mampu menghasilkan pundi-pundi uang dengan ide pengolahan limbah plastik tersebut. Ternyata limbah ini masih dapat digunakan lagi untuk menciptakan suatu kreativitas baru.
            Akan tetapi adakah hubungan limbah plastik ini dengan kelangkaan energi yang sedang terjadi?, ternyata hasil beberapa penelitian mengatakan bahwa pastik mengandung kadar oktan dan metana (ch4) yang biasa dihasilkan  untuk pembakaran menjadi energi. Hanya apakah kita mau dan mampu untuk mengolahnya menjadi pioritas bahan bakar alternatif dan mau untuk menggunakannya, karena selama ini sepengetahuan kita bahwa yang merupakan bahan bakar minyak tersebut ialah : premium, solar, dan minyak tanah, yang semuanya diambil dari hasil penyulingan minyak bumi (minyak mentah).
            Penelitian dan ekspeimen sampah plastik yang  diubah menjadi bahan bakar ternyata sudah banyak bekembang, khususnya di daerah-daerah di indonesia, terutama di dalam institusi pendidikan dan masyarakat umum.
            Beberapa penelitian tersebut antara lain :
1.      Di daerah Samarinda, seorang pria  bernama Marno Mukti, ketua RT 22 Samarinda Ilir sudah pernah melakukan eksperimen ini. Berangkat dari sifat kepeduliannya terhadap lingkungan , ia mencoba mengajak masyarakatnya untuk peduli akan masalah-masalah lingkungan tersebut, terutama mendaur ulang sampah-sampah plastik yang ada menjadi bahan bakar. Berbekal alat pembakaran dan penyulngan (reaktor) sendiri dan tabung gas elpiji 3 kilogram ia mencoba melakukan eksperimen dengan sampah plastik,. Sampah plastik yang menjadi pioritas ialah plastik kresek dan botol kemasan. Petama-tama ia mencoba melubangi gas elpiji 3 kilogram tersebut dan menghubungkannnya dengan reaktor.ia mnggunakan bahan bakar seperti: gas, batu bara untuk memanaskan reaktor dengan suhu ideal 200 derajat, dan hasilnya dengan 1 kilogram sampah plastik ia dapat menghasilkan  400 mililiter bahan bakar sejenis solar, 200 mililiter bahan bakar sejenis minya tanah, dan 200 mililiter bahan bakar sejenis premium. ternyata dengan reaktonya tersebut, gas metana yang terdapat pada plastik akan terbuang dengan sendirinya.Dan gas metana tersebut bisa digunakan untuk bahan bakar gas jika ingin dimaksimalkan.  Akan tetapi dengan keterbatasan modal untuk produksi hal ini belum diproduksi secara komersil. Ia berharap ada bantuan dari beberapa institusi atau kelembagaan untuk mengembangkan hasil temuannya tersebut. Dengan perhitungan biaya produksi, hasil dari penyulingan ii dapat dijua dengan harga yang cukup ekonomis, hanya 7500/liternya.
2.      Penemuan lainnya dipelopoi oleh salah satu institusi pendikan di daerah Jawa Timur ( SMK Negeri 3 Madiun), berangkat dari kerjasam guru dan mahasiswa jurusan kima, mereka berusaha dan mengembangkan penelitaian pengolahan sampah-sampah plastik tersebut enjadi bahan bakar minyak. Mereka berusaha membeikan inovasi dan peningkatan terhadap nilai oktan dari hasil penyulingan tersebut agar nantinya dapat digunaka untuk bahan bakar kendaraan bermotor dan mesin-mesin yang sebelumnya hanya dapat digunakan untuk baha bakar lampu tempel, kompor, dan mesin pemotng rumput. Sampai akhirnya SMK Negeri 3 Madiun ini menjadi tim tentor dan penyedia alat-alat penyulingan bagi beberapa SMK lainnya. Langkah-langkah prosesnya cukup sedrerhana, alat pembakaran dibuat dari tabung gas elpiji yang berfungsi untuk tabung pemanas atau pembakar, tabung gas dihubungkan dengan pipa penyulingan yang kemudian terhunung dengan tabung penadah uap aatau hidrokarbon. Hasilnya kemudian ditadah dan dijernihkan hingga layak menjadai bahan bakar minyak, hasil uji laboratorium SMK, tiap 1 kilogram limbah dapat mnghasilkan sekitar 1 liter BBM. Cara penglahan limbah pun cukup sederhana, limbah dicacah dan dimasukkan kedalam tabung penyulingan yang sudah dipanaskan pada suhu 200-400 derajat celcius, uap yang dhasilkan kemudian dihubungkan ketabung penadah untuk didinginkan dan cair, dan hasilnya berbentuk minyak yang kemudian ditadah, minyak tersebut kemudian dijernihkan dan dibedakan unuk mengetahui apakah hasilnya menyerupai minyak tanah atau bensin. Selain dari proses penyulingan kualitas hasil penyulingan juga ditentukan oleh jenis plastik seperti: Polyethylene (PE), Polypropylene Carbonate (PPC), Polyethylene Terephthalate (PET), Density Polyethylene (DPE), Low Density Polyethylene (LDPE), dan sebagainya, jenis PE lebih mudah diekstrak dan lebih mudah untuk dimurnikan. Penemuan ini sudah mendapat apresiasi oleh pemerintah provinsi Jawa Timur karena sudah diuji untuk berbagai jenis kendaraan dan mesin-mesin, bahkan mobil buatan SMK Indonesia sudah pernah mencoba untuk mengunakan bahan bakar ini. Hanya perlu dilakukan proyek penelitian yang lebih lanjut untuk penyempurnaan hasil oktan agar dapat disetarakan dengan bahan bakar seperti : Pemium atau minyak tanah. Jika prospektif untuk menjadi bisnis komersial, tiao satu liter bahan bakar limbah plastik terseut dapat dijual seharaga 8000/liter.
Dari hasil berbagai penelitian diatas, kita mengetahui bahwa ternyata dengan niat dan kepedulian akan lingkungan, limbah dapat diperdayakan kembali untuk menghasilkan sesuatu yang berguna, bahkan limbah pastik yang sulit terurai sekalipun. Namun, dalam pelaksanaanya banyak dtitemukan kendala seperti:
1.      Pembiayaan penelitian yang sulit sehingga para peneliti sulit untuk mengembangkan proyek penelitiannya untuk membuat poyek penelitian komersil untuk digunakan
2.      Perhatian para pemimpin untuk menaungi setiap penelitian baik  dengan cara memberikan kompensasi, apresiasi, maupun menjadi fasilitator dalam pengenalannya
3.      Pandangan pesimis dari setiap masyarakat ataupun ketidakpercayaan masyarakat terhadap setiap poduk yang dihasilkan oleh bangsanya sendiri.
4.      Pengembangannya masih dilakukan dalam skala kikro, sehingga hasilnya belum dapat dikatakan maksimal
Ini mungkin yang perlu menjadi perhatian jika ingin mengembangkan setiap produk penelitain ataupun penemuan bersama. Sehingga setiap penemuan dapat berkembang dan menjadi solusi untuk setiap masalah, terutama dibidang tehknologi.
Untuk mengatasi krisis energi ataupun kelangkaan bahan bakar, pemnemuan penelitian dibidang pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar yang sudah ada ini mungkin  perlu diperhitungkan sebagai salah satu sumber energi alternatif.terutama dengan banyaknya limbah plastik yang juga menjadi masalah lingkungan, seperti kata pepatah “ sekali mendayung dua tga pulau terlampaui” , selain masalah kelangkaan energi , masalah lingkungan seperti yang dihadapi kota Jakarta mungkin dapat terpecahkan.
Di sisi ekonomi, baik dalam skala mikro maupun makro, hal ini mungkin dapat menjadi solusi seperti :
1.      Masalah kebutuhan pasokan energi masyarakat mungkin dapat diatasi
2.      Dapat membuka lapangan pekerjaan baik dalam skala mikro ( seperti pengambilan bahan baku) maupun makro ( membuat pabrik pengolahan/ penyulingannya)
3.      Mengurangi tingkat pengangguran
4.      Mengurangi social cost bagi produsen atau pabrik yang menghasilkan limbah-limbah plastik dan menjadi eksternal positif bagi penduduk sekitar
5.       Menaikkan PAD maupun Pendapatan Nasional, dsb
            Kesimpulannya bahwa tehkonologi ini masih relevan untuk dikembangkan untuk kemajuan suatu negara, karena ternyata banyak manfaat yang didapatkan, oleh kaena itu butuh perhatian besar untuk membawa penelitian ini menjadi proyek yang sempurna dan menjadi solusi masalah, teruama masalah yang terjadi di tingkat nasional. Dibutuhkan banyak tenaga pemikir, keuletan dan kesabaran dalam penembangannya, akan tetapi, degan persatuan dan gotong-royong seluruh elemen, cita-cita ini mungkin saja akan tercapai.
 
           
STEPHANUS WAHYU  PITOYO
12030111130036
sumber:http://pitoyowahyu.blogspot.com/2012/07/pemanfaatan-teknologi-pengolahan-sampah.html?showComment=1373294214220#c489996732350483599