Sunday, March 27, 2011

FILUM PLATYHELMINTES

Platyhelminthes berasal dari Bahasa Yunani, dari kata Platy = pipih dan helminthes = cacing. 
Sebelumnya Platyhelminthes dikelompokkan dalam filum yang sama 
dengan Nemathelmintes dan Annelida dalam kelompok cacing-cacingan (Vermes), pada sistem klasifikasi terbaru dibuat dalam filum tersendiri.

A. CIRI-CIRI UMUM
    1. ukuran tubuh mikroskopis dan ada yang memiliki panjang tubuh 
        hingga lebih dari 20 cm,  
    2. bentuk tubuh pipih, simentris bilateral
    3. memiliki 3 lapisan tubuh embrional, tanpa rongga (tripoblastik 
         aselom)
    4. tubuh lunak, kulit  tubuh mengandung kutikula, tidak bersegmen 
        (ruas)
    5. belum memiliki sistem peredaran darah : transpor dilakukan 
        langsung dari  satu sel ke sel lainny melalui cairan ekstraseluler
    6. belum memiliki sistem respirasi : difusi udara dilakukan melalui
        permukaan tubuh
    7. alat pencernaan belum sempurna umumnya hanya memiliki mulut
        belum memiliki anus.
    8. alat ekskresi berupa sel api (protonefridium) yang mengeluarkan 
        zat sisa melalui permukaan tubuh.
    9. sistem saraf berupa sepasang ganglion (kumpulan sel saraf)  
        anterior atau dinding saraf yang dihubungkan oleh satu sampai 
        tiga pasang tali saraf. 
  10. ada yang hidup soliter dan ada juga yang hidup parasit


B. REPRODUKSI
     Dapat berlangsung dengan cara aseksual dan seksual     
    1.  Aseksual
         dengan cara meregenerasi tubuhnya yaitu jika bagian tubuh  
         platyhelmintes terpotong maka bagian tubuh yang hilang akan
         segera  terbentuk kembali 
    2.  Seksual
         Platyhelminthes  kebanyakan hermaprodit/monoecious  dimana
         organ kelamin testes dan ovarium nya membentuk ovotestes
         sehingga mampu melakukan pembuahan sendiri. 
         Perkembangan cacing ini ada dua macam, yaitu :
         - secara langsung (telur menetas menjadi cacing kecil tetapi 
            menyerupai cacing dewasa) 
         - secara  tidak langsung yaitu melalui beberapa tahapan (fase) /siklus
            dimana pada setiap fasenya dalam bentuk yang berbeda, contohnya 
            reproduksi cacing hati (Fasciola hepatica)


C. KLASIFIKASI
    Terbagi menjadi tiga kelas :
    1. Turbellaria (cacing cacing rambut getar)
    2. Trematoda (cacing hisap)
    3. Cestoda    ( cacing pita)
    
    1  TURBELLARIA
        - tubuh bersilia yang berfungsi sebagai alat untuk bergerak.
          Pergerakan didukung juga oleh otot yang membentuk gerakan 
          seperti gelombang.
        - berukuran 15 – 18 mm.
             
       contoh yang familiar adalah Planaria/Dugesia
       - Habitat di air tawar
       - Pada bagian anterior tubuh Planaria yang berbentuk segitiga 
         terdapat :  - bintik mata yang berfungsi untuk membedakan 
                            keadaan gelap 
                          - aurikel berupa celah yang berfungsi sebagai indera
                            pembau saat Planaria mencari makanan.
       -  Pada bagian ventral terdapat mulut yang berbatasan dengan 
          faring. Melalui mulut, faring dapat dijulurkan keluar untuk 
          menangkap mangsa yang selanjutnya dicerna di dalam usus.  
       -  Sistem ekskresi berupa protonefridia yang terdiri dari saluran
          bercabang-cabang memanjang dari nefridiofor (pori-pori) yang
          terdapat pada bagian dorsal (punggung) sampai ke sel-sel api
          pada bagian dalam tubuh.
          Sel api berbentuk seperti bola (bulbus) yang memiliki silia di
          bagian dalam. Gerakan silia akan menggerakan air dalam sel
          sehingga mengalir dan pengalami penyaringan.
       -  Reproduksi aseksual dengan regenerasi tubuh
       -  Reproduksi seksual : zigot yang terbentuk berkembang tanpa 
          melalui proses periode larva 

         
        
PLANARIA/DUGESIA





REGENERASI PLANARIA


ALAT EKSKRESI PADA PLANARIA


           Contoh lain Turbellaria

Bipalium
       

       2.  TREMATODA  
           -  hidup parasit pada hati, usus, paru-paru
         -  tubuh dilindungi oleh lapisan kutikula 
         -  tidak memiliki silia
           -  disebut sebagai cacing isap karena cacing ini memiliki alat
            pengisap.
         -  alat pengisap terdapat pada mulut di bagian anterior berfungsi
            untuk menempel dan menghisap makanan pada tubuh inangnya.
         -  memiliki fase reproduksi yang komplek karena melibatkan paling
            sedikit 2 jenis inang (hospes) yang terlibat dalam siklus hidup/
            pergiliran keturunan antara fase seksual dan aseksual
            - fase seksual  : terjadi saat cacing hati dewasa berada di dalam
                                    tubuh inang utama
            - fase aseksual : dengan membelah diri terjadi saat larva berada
                                    di dalam tubuh inang perantara  

siklus hidup Fasciola hepatica


Contoh cacing hati yang dapat menginfeksi manusia
1.  Opisthorchis sinensis ( Cacing hati cina )
     - cacing dewasa hidup pada organ hati manusia.
     - inang perantaranya adalah siput air dan ikan.
2.  Schistosoma japonicum
     - cacing ini hidup di dalam pembuluh darah dan pada saluran
       pencernaan manusia.
     - manusia merupakan inang utamanya , namun dapat juga
       menginfeksi tikus, anjing, babi, dan sapi.
     - inang perantaranya adalah siput amphibi Oncomelania hupensis.
     - menyebabkan penyakit skistosomiasis dengan ciri demam, anemia,
       disentri, berat badan turun, dan pembengkakan hati.
3.  Paragonimus westermani
     - hidup dalam paru-paru manusia.
     - inang perantaranya adalah udang air tawar.





Clonorchis sinensis


Schistosoma japonicum


skema tubuh Schistosoma japonicum








Paragonimus westermani




     3.  CESTODA
          - kebanyakan hidup sebagai parasit pada usus manusia dan
            ternak. 
          - manusia dapat terinfeksi cestoda karena mengkonsumsi
            daging ternak yang mengandung sistiserkus cestoda
          - tidak memiliki alat pencernaan, karena makanan di ambil
            secara langsung dari inangnya.
          - tubuh memiliki struktur pipih dan tertutup oleh kutikula
          - disebut sebagai cacing pita karena bentuknya pipih panjang
            seperti pita dengan panjang dapat mencapai antara 2 - 3m     
          - tubuh bersegmen yang terbentuk dari  rangkaian  proglotid 
            yang dapat memisahkan diri (strobilasi)
          - Setiap proglotid mengandung organ kelamin jantan (testis)
            dan organ kelamin betina (ovarium), sehingga dapat malakukan
            fertilisasi sendiri. 
            organisme yang bagian tubuhnya dapat menghasilkan 
       sendiri  disebut organisme metameri
          - pada bagian anterior disebut  skoleks
          - skoleks pada jenis Cestoda tertentu selain memiliki alat
            pengisap (sucker), juga memiliki kait (rostellum dan hooks)
            yang berfungsi untuk melekatkan diri pada tubuh inang
          - alat ekskresi berupa sel api
          - sistem saraf tangga tali yang tidak terlalu berkembang
            dibanding kelas lainnya pada filum platyhelmintes
          - mengalami pergiliran dan metagenensis antara reproduksi
            seksual dan aseksual

          





proglotid yang matang

Siklus Hidup Taenia

Beberapa contoh Cestoda :
1.  Taenia saginata
     hidup dalam usus manusia inang perantaranya sapi
2.  Taenia solium
     hidup dalam usus manusia inang perantaranya babi
3.  Choanotaenia infudibulum 
     hidup dalam usus ayam  
4.  Echinococcus granulosus 
     hidup dalam usus anjing
5   Diphyllobothrium latum 
     menyerang manusia melalui inang katak , ikan, Cyclops 
     (sejenis serangga air) dan udang - udangan
6.   Hymnelopsis nana 
     hidup di usus manusia dan tikus tanpa inang perantara 
sumber:http://belajarterusbiologi.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment