Thursday, July 4, 2013

Apa yang harus saya lakukan ketika ingin ber CAMPING





Sekarang pertanyaannya bersama dengan siapakah Anda ingin liburan ke gunung dan hutan? Apakah bersama keluarga, teman, atau sendirian. Lalu, apakah sekedar ingin berlibur ke gunung tanpa harus mendaki gunung? Apakah Anda memilih gunung dengan hutan yang masih asri dan liar atau lebih memilih gunung yang sudah masuk konservasi hutan lindung? Berikut ini beberapa persiapan ketika Anda akan menuju ke tempat camping.

Tentukan tanggal keberangkatan dan berapa lama Anda berlibur (camping). Tetapi, biasanya dibatasi sampai 3 hari. Beritahu teman atau sanak famili kalau Anda sedang berada di gunung atau hutan.

Cari informasi lokasi lengkap beserta kondisi cuaca. Jangan lupa apakah tempat yang ingin kita tuju dekat atau jauh dari lokasi penduduk .

Tentukan anggaran dan bersama dengan siapakah Anda hendak berlibur.

Bawa perbekalan yang cukup, seperti makanan siap saji atau bahan mentah makanan.

Satu hal lagi, apakah selama liburan ke gunung, Anda juga berniat bersepeda atau berarung jeram.

  • Tas ransel atau biasa disebut Carrier kapasitas 60 L
  • Tenda kemah.
  • Kantong tidur dan matras.
  • Sepatu dan sandal.
  • Jaket atau baju hangat.
  • Pakaian ganti.
  • Jas hujan atau payung.
  • Senter
  • Sarung tangan, kaos kaki, syal leher, topi, dan kacamata bila perlu.
  • P3K
  • Obat-obatan, masing-masing orang mungkin berbeda
  • Suplemen
  • Tempat air minum.
  • Peralatan masak dan perlengkapan makan portable seperti kompor, piring, sendok, gelas, dan seterusnya.
  • Bekal makanan.
  • Pisau, Peta, Kompas, GPRS (alat navigasi), radio HT.
  • Kamera, dan alat tulis, laptop bila memang diperlukan.
  • Uang
  • Alat komunikasi telepon seluler (bila perlu bawa batre cadangan)
  • Altimeter pengukur ketinggian.
  • Teropong.
  • Kelengkapan administrasi.
  • Perlengkapan shalat.
  • Khusus untuk perempuan sebaiknya membawa pembalut.
  • Faktor keamanan juga penting.
  • Sediakan kantong plastik untuk sampah.

Terakhir, bila fisik Anda tiba-tiba lemah, jangan ragu-ragu untuk membatalkan perjalanan. Dari pada nantinya Anda berisiko dan harus menantang maut. Bukankah hal terpenting dalam liburan adalah kepuasan terhadap apa yang ingin dapatkan dalam liburan ke gunung dan hutan.

Kalau Anda sudah sampai di gunung. Ingatlah semboyan para pendaki yang sudah lazim dipatuhi, "Jangan membunuh apa pun kecuali waktu, jangan mengambil apa pun, kecuali gambar (foto) dan jangan meninggalkan apa pun kecuali jejak."
sumber: sebuah link yang saya lupa dapat dari mana pokonya saya dengan ini meminta izin untuk di sebarkan informasi yang bermakna ini trimakasih :))

Monday, June 10, 2013

Vertikultur Solusi Bertanam di Lahan Sempit

Mungkin anda pernah dengar istilah ini, tapi mungkin juga masih banyak orang yang belum pernah mendengar istilah ini. Dan di postingan sebelumnya beberapa kali saya singgung mengenai vertikultur ini. Maka pada kesempatan kali ini saya akan menguraikan tentang vertikultur ini.
Vertikultur adalah cara menanam tanaman dengan system tegak/vertical. Cara menanamnya bisa menggunakan rak bertingkat/bersusun, system menggantung  ataupun  dengan menggunakan pot tegak.  
Keuntungan.
Dengan vertikultur kita bisa bercocok tanam di lahan sempit tetapi dalam jumlah yang banyak. Maka
bagi anda yang punya hobi berkebun tapi tak punya lahan, atau kalaupun ada sempit, vertikultur mungkin bisa merupakan jalan keluar. Jadi, tentunya ini cocok buat yang tinggal di kota-kota besar dan kekurangan lahan untuk berkebun atau sekadar ruang hijau.
Dengan vertikultur kita tidak perlu atau jarang menyiangi rumput pengganggu dan penggunaan pupuk lebih fokus ke tanaman yang kita tanam.
Keuntungan lainnya adalah selain hobi bisa tersalur, halaman akan lebih lebih hijau dan asri. Dan apabila kita menanam sayuran, hasil lebih bersih dan segar serta terhindar dari pencemaran yang tentunya lebih sehat jika dibandingkan dengan cara bertanam konvensional. Bahkan dari hasil bertanam ini kita bisa menghemat pengeluaran biaya belanja dapur.
Bahan wadah.
Adapun untuk bahannya bisa bermacam – macam sesuai dengan ketersediaan bahan di sekitar kita dan bagaimana kreativitas kita. Untuk vertikultur dengan menggunakan rak bersusun, misalnya kita bisa menggunakan pot biasa ataupun plastik polibeg. Pot bisa dari semen, gerabah, pot plastik. Bisa juga kita menggunakan pipa paralon yang dibelah atau dilubangi sisi – sisinya. Atau kalau mau lebih praktis kita bisa menggunakan talang air plastik. Caranya cukup mudah, setelah wadah kita isi media dan kita tanami langsung kita susun dalam rak sesuai dengan keinginan kita.
Contoh bertanam dengan rak
Untuk vertikultur dengan menggunakan system gantung kita bisa menggunakan pot, kaleng plastik bekas cat, botol bekas kemasan air minum atau bahan lain sesuai ketersediaan bahan di sekitar kita. Untuk system ini disarankan bahan yang ringan karena mempertimbangkan beban yang akan ditahan oleh tali gantungan. Untuk yang ini saya belum ada contoh gambarnya.
Untuk vertikultur menggunakan pot tegak kita bisa menggunakan bambu, pipa paralon ataupun kaleng plastik bekas cat yang disusun ke atas. Untuk cara ini memang kita agak repot di awal karena kita mesti melubangi sisi – sisi bahan terlebih dahulu. Kita atur jarak lubang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita. Kita bisa melubangi bahan dengan bor atau gergaji. Setelah bahan siap, berdirikan bahan di tempat yang kita inginkan, kemudian isi dengan media tanam. Khusus bahan dari kaleng bekas cat, kita harus menyusun ke atas sampai ketinggian yang kita inginkan. Untuk memperkuat tegaknya kaleng kita harus siapkan kayu di kanan kiri kaleng kemudian kita ikat kuat. Selanjutnya bibit tanaman kita tanam di lubang yang ada di sekeliling bahan.  Untuk system ini akan saya saya bahas di postingan tersendiri karena caranya agak ribet tetapi saya sangat menyukai dan sudah saya praktekkan di rumah saya.
 Contoh pot tegak dari pipa paralon / PVC
Media tanam.
Untuk media tanam disarankan yang kaya unsur hara karena dalam system ini wadah tanam relative terbatas sedangkan jumlah tanaman banyak, sedangkan tanaman memerlukan nutrisi secara berkesinambungan. Untuk media saya biasa menggunakan campuran berupa tanah, pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 5 : 3 : 2. Orang lain mungkin menggunakan media atau takaran yang berbeda. Intinya usahakan media tanam subur dan poreus.
 Jenis tanaman.
Sebenarnya dengan vertikultur ini anda bisa menanam berbagai jenis tanaman misalnya cabai, terong, mentimun, bawang merah, tomat, kemangi, sawi, bayam , kangkung dan berbagai jenis sayuran lainnya yang penting tanaman jenis kecil dengan perakaran pendek.  
Tetapi sesuai dengan pengalaman saya lebih senang menanam sayuran semusim misalkan kangkung, sawi, bayam, seledri, selada dan sayuran lain yang karakteristiknya hampir sama. Terus terang saya paling suka menanam bayam dan seledri karena selain tanamannya enak dilihat juga mudah untuk memanennya karena akarnya tidak begitu banyak dan kuat. 
sumber: http://redyprasdianata.blogspot.com/2013/04/vertikultur-solusi-bertanam-di-lahan.html