Tuesday, January 1, 2013

cara membuat sangkar burung

sumber gambar: www.jatimebeljepara.com

Iseng membuat sangkar burung

Inilah mungkin sifat yang kurang baik dalam diri saya, selalu merasa penasaran akan sesuatu yang menurut keyakinan, saya pasti bisa. Bisa dalam arti mampu untuk membuatnya. Terlebih terkait masalah ke senangan/hobby. Seperti halnya senang mancing, ya mencoba membuat koja dan itu berhasil. Lantas sekarang senang akan burung mencoba juga membuat sangkarnya. Atau dulu saat senang ikan hias membuat aquariumnya. Tinggal istri geleng geleng kepala melihat saya yang sibuk, tapi dia sudah maklum akan sipat saya, dia mau mengerti bahkan mau juga sedkit membantu ….
Idenya sederhana gara gara melihat kayu bekas tangga yg tergeletak begitu saja, muncul pemikiran untuk memcoba membuat sangkar burung. Soal berhasil atau tidak, urusan nanti.
Pekerjaan di mulai dari pengukuran limbah kayu di sesuaikan dengan ide yang ada dalam pikiran tentang sangkar yang mau di buat. Langkah kedua penggergajian setelah di ukur dan di garis. Langklah ke tiga penyerutan, ke empat pengeboran, kelima pembentukan/penyatuan tulang tulang sangkar , keenam pemasangan jeruji.
Gampangkan ???
Selain kayu bahan yang di perlukan adalah bamboo untuk jerujinya, sama bamboo juga limbah penyangga pohon jambu yg sudah tidak berpungsi dan satu lagi lem kayu inimah harus di beli hehe.
Nah untuk alat agak ribet karena perlu beberapa alat . Di antaranya gergaji, serutan, penggaris siku, palu kecil, gergaji triplek, tang, pisau raut, spidol, meteran dan bor kayu.
Untuk proses pengerjaanya di kerjakan di sela sela waktu istirahat kerja jam 11.00 sampai jam 13.00. Lumayan lama juga mengerjakanya perlu beberapa hari untuk bisa membuat satu sangkar juga, maklumlah namanya juga mencoba hehe.
Tapi walaupun lama akhirnya jadi juga seperti gambar di bawah ini. Terlihat sangat sederhana karena konsepnya minimalis. Tinggal finishing pemernisan…
Nah kalau ini (s july dan s jenit) dua pengganggu yang paling sering merecoki saat pengerjaan.  Sudah jadipun rupanya ingin juga merasakan masuk di dalam sangkar dan narsis juga hehe….
Saya merasa yakin kalau kita merasa mampu jangan ragu untuk mencoba. Yang penting ada kemauan, ada usaha, kalau ada kemauan pasti ada jalan. Urusan berhasil atau gagal urusan nanti. Kita tidak akan tahu kalau tidak mencobanya. Pepatah mengatakan kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda dan guru yang paling berharga adalah pengalaman.
Sekian dan terminal kasih sudah mau baca…
Wasallam…


sumber: http://udikhangeblog.wordpress.com/2012/07/14/iseng-membuat-sangkar-burung/

Sambungan Purus / Tenon & Mortise Joinery



Sambungan Purus & Lubang Purus / Tenon & Mortise Joint merupakan teknik menyambung kayu yang paling umum digunakan pada produk- produk Furniture, konstruksi bangunan dan produk perabot kayu lainnya. Sambungan ini juga sangat kuat, selain karena saling berkait juga bidang pertemuan sisi-sisi untuk pengeleman antar kayu saling bertemu.
Tenon & Mortise Joint telah digunakan selama ribuan tahun oleh para tukang kayu / woodworkers diseluruh dunia dalam menyatukan potongan kayu terutama untuk menyambung kayu dengan sudut 90 derajat.





Macam dan jenis  sambungan Purus / Tenon & mortise sangat beragam, berikut ini adalah dua diantaranya yang paling sering digunakan  : (sumber : Mortise & Tenon Wikipedia )
  • Sambungan Purus dengan Pasak / Wedged Tenon & Mortise Joint :  


  • Sambungan Purus dengan Pin / Pinned Tenon & Mortise Joint





Cara membuat Sambungan Purus & Lubang Purus / Tenon & Mortise Joinery :

PURUS / TENON  :

Dalam membuat Purus / Tenon, banyak cara yang bisa digunakan, dari yang sederhana yaitu menggunakan Gergaji dan Pahat sampai dengan yang menggunakan alat khusus pembuat tenon seperti Tenon & Mortising machine atau bisa juga menggunakan Table saw yang dibuatkan slide dan jig khusus untuk membuat tenon.  

Hal- hal yang harus diperhatikan dalam membuat Purus/Tenon agar kekuatan sambungan maksimal  adalah sebagai berikut :
  • Panjang Purus/tenon minimal 1/2 dari lebar kayu yang akan dibuat lubang purus/mortise nya. Pada produk-produk tertentu yang memerlukan kekuatan lebih seperti pintu panel, Jendela dan Kusen sebaiknya sama dengan lebarnya, dalam hal ini lubang purus/ mortise dibuat tembus. 
  • Lebar Purus/tenon sama dengan lebar kayu sampai dengan minimal 1/2 dari lebar kayu.
  • Ketebalan Purus/tenon minimal 1/3 sampai dengan 1/2 dari ketebalan kayu
Cara membuat :
  • Buat pola tenon pada ujung kayu dengan pensil dan penggaris siku 
  • Tandai dengan Perusut/ Marking Gauge










  • Membentuk Tenon : 

    • Dengan Gergaji Tangan  :
      • Buat sudut pertemuan dengan pahat atau gergaji, (bila sambungan memerlukan pertemuan sudut 45 derajat).
      • Menggergaji membujur vertikal terhadap serat kayu dengan kedalaman mengikuti garis pola yang telah dibuat.
      • Menggergaji searah dengan serat kayu mengikuti pola garis yang sudah dibuat
      • Perapihan Tenon






    • Bila menggunakan Gergaji Meja / Table Saw, pastikan ketinggian mata gergaji, bila tidak cukup dengan panjang tenon, lanjutkan dengan gergaji tangan.










    • Bila menggunakan Gergaji dan bantuan Pahat, Yang perlu diperhatikan adalah lakukan pemahatan dengan bertahap, batasi pemahatan dengan beberapa penggergajian vertikal dari serat kayu karena ada beberapa jenis kayu yang seratnya tidak beraturan.






LUBANG PURUS / MORTISE

Untuk membuat Mortise/ lubang purus, cara yang paling umum dan sederhana adalah dengan menggunakan pahat dan bila menginginkan kecepatan dan tingkat presisi yang lebih baik dapat menggunakan Mesin pembuat lubang purus / Mortising Machine.  

Hal- hal yang harus diperhatikan dalam membuat Lubang Purus/Mortise agar kekuatan sambungan maksimal  adalah sebagai berikut :
  • Lebar melintang dari serat kayu maksimal 1/3 dari ketebalan kayu, minimal 1/2 dari ketebalan kayu.
  • Panjang searah dari serat kayu 1/2 dari lebar kayu sampai dengan seluruh lebar kayu
  • Kedalaman 1/2 sampai dengan seluruh ketebalan kayu (tembus)
Cara membuat :
  • Buat pola Mortise pada kayu dengan pensil dan penggaris siku 
  • Tandai dengan Perusut/ Marking Gauge
















  • Membentuk Mortise dengan Pahat atau Mortising Machine


















PENYATUAN PURUS/TENON DAN LUBANG PURUS/MORTISE

Tenon & Mortise disatukan dengan Lem kayu dan ditambah penguat pasak atau pin dowel, bisa juga dengan paku atau sekrup






















Demikian beberapa hal mengenai Sambungan Purus / Tenon & Mortise Joinery, untuk selanjutnya dengan berbagai variasi kita dapat menggunakannya pada pembuatan berbagai macam perabot kayu.



Terimakasih





Labels: